Selasa, 15 April 2014

BUAH MERAH



BUAH MERAH
1.MENGENAL BUAH MERAH
Klasifikasi Ilmiah:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo : Pandanales
Famili : Pandanaceae
Genus : Pandanus
Buah merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua, oleh masyarakat Papua buah ini di sebut kuansu. Buah merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan, karena menyerupai pandan. Tinggi nya dapat mencapai 16 meter. Buah merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. warna nya saat matang berwarna merah marun terang, dan ada juga yang berwarna cokelat dan cokelat kekuningan. Buah ini banyak terdapat di Jayapura, Manokwari, Nabire, dan Wamena.
2.KANDUNGAN DAN KHASIAT BUAH MERAH
Senyawa aktif:                                                                         Kandungan:
Total karotenoid                                                                      12.000 ppm
Total tokoferol                                                                         11.000 ppm
Betakaroten                                                                             700 ppm
Alfa tokoferol                                                                          500 ppm
Asam oleat                                                                               58 %
Asam linoleat                                                                           8,8 %
Asam linolenat                                                                         7,8 %
Dekanoat                                                                                 2,0 %
Komposisi zat gizi per 100 gr Buah Merah
Energi: 394 kalori. Protein: 3.300 mg. Lemak: 28.100 mg. serat: 20.900 mg. kalsium: 54.000 mg. fosfor: 30 mg. besi: 2,44 mg. vitamin B1 : 0,9 mg. vitamin C: 25,7 mg. Nialin: 1,8 mg. Air: 34,9 mg.
( I Made Budi-Fendy R. Paimin, 2005)
CARA MEMANFAATKAN SARI BUAH MERAH SEBAGAI OBAT
Sari buah merah di golongkan sebagai obat alternative, dan tidak memberikan 100 % kesembuhan, namun, sebagai upaya untuk menolong penderita penyakit degenerative.Pada dasarnya, sari buah merah dapat diminum siapa saja karena merupakan bahan suplemen bagi kebutuhan tubuh. Orang dewasa atau anak-anak serta orang sakit maupun orang sehat bisa meminumnya. Oleh karena kandungannya yang penuh senyawa-senyawa aktif yang dibutuhkan oleh tubuh, maka berfungsi sebagai ‘pencegah’ penyakit bagi orang yang sehat dan sebagai ‘penyembuh’ untuk orang yang sakit.Untuk orang sehat di sarankan mengonsumsi sari buah merah 1 kali setiap hari sebanyak 1 sendok makan(untuk anak-anak cukup 1 sendok teh saja).
Pada saat ini telah banyak beredar sari buah merah yang berkhasiat untuk menyembuhkan aneka penyakit. Berikut ini berbagai penyakit dan cara penggunaan buah merah dalam pengobatannya:
1.      Tumor dan Kanker

a.       Kanker Payudara
Dosis yang di anjurkan 3x sehari masing-masing satu sendok makan, yaitu pada pagi dan siang hari serta malam hari menjelang tidur. Untuk kasus kanker payudara yang sedang ikut program kemoterapi, konsumsi sari buah merah dapat di kombinasikan dengan minum susu.
b.      Kista
Dosis yang dianjurkan 2x sehari yaitu pada pagi hari dan menjelang tidur pada malam hari , masing-masing 1 sendok makan.
c.       Tumor Rahim
Dosis yang dianjurkan 3x sehari masing-masing 1 sendok makan (pagi, siang, malam). Selama 2 minggu nanti aka nada perubahan. Hindari makanan berlemak, jika bisa sebaiknya menjadi vegetarian saja.
d.      Kanker Getah Bening
Dosis yang di anjurkan 3x sehari masing-masing 1 sendok makan. Hindari makanan berlemak tinggi, makanan yang di bakar dan memperbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Bagi penderita kanker getah bening yang sudah operasi, dan saat ini mengikuti kemoterapi mempunyai efek paru-paru basah, untuk kasus seperti ini, sebaiknya dosis di turunkan dan dicampur dengan madu.
e.       Kanker Otak
Pada kasus kanker otak yang sudah lama mengonsumsi obat dokter dan diare pada saat pengkonsumsian sari buah merah, sebenarnya tidak semua orang mengalami hal tersebut. Diare yang terjadi biasanya hanya beberapa hari saja. Jika konsumsi sari buah merah dilanjutkan, diare tidak akan muncul lagi. Oleh karena sebelumnya telah mengonsumsi obat dokter cukup lama, maka akan terjadi pengendapan. Jika hasil laboraturium menunjukkan penurunan sel kanker, maka dosis sari buah merah dapat di turunkan. Konsumsi tetap di lanjutkan untuk menjaga sel kanker tidak menyebar lagi. Jika perlu konsumsi di lanjutkan 1-2 tahun sampai sel kanker benar benar hilang.
f.       Kanker tulang
Kandungan kalsium dalam sari buah merah sangat tepat untuk mengatasi kanker tulang. Tinggi nya antioksidan dalam sari buah merah juga akan member akses dalam menghambat sel kanker.
g.       Tumor otak
Konsumsi sari buah merah dapat di lakukan sampai 3 bulan. Khusus tumor dan kanker sebaiknya di cek setiap bulan, jika daya tahan dan aktifitasnya meningkat berarti kondisinya mulai membaik. Saat mengonsumsi buah merah, harus mengsonsumsi makanan rendah lemak.
h.      Kanker tiroid
Untuk kasus tiroid, sari buah merah sangat cocok. Karena, kandungan iodium sari buah merah hamper 85 %. Dosis yang di gunakan sebaiknya2x sehari, masing-masing 1 sendok makan.
i.        Kanker kandungan
Jika sedang menjalan kemoterapi, konsumsi sari buah merah dilakukan 2 hari sesudahnya. Dosis 2x sehari, masing-masing 1 sendok makan.
j.        Kanker lever ( Hepatoma)
Pada kasus ini, yang sudah operasi, dan mengalami kebocoran jahitan, konsumsi sari buah merah 2x sehari, 1 sdt. Kandungan antioksidan, omega 3, dan omega 9, dapat meregenerasi organ yang rusak. Dan sebaiknya tidak konsumsi minyak kelapa sawit.
k.      Tumor saraf
Pada kasus ini selain konsumsi sari buah merahsebaiknya setiap 1 bulan chek up ke dokter. Kurangi makanan berlemak terutama daging bagian paha dan dada.
l.        Mioma dan Kista Ovarium
Dosis yang di anjurkan 2x sehari, masing –masing 1 sdm, apabila tidak dapat menerima dosis tersebut, maka dosis dapat di turunkan menjadi 1 sdt. Tetapi tetap 2x sehari.

2.      Demam berdarah dan HIV/ AIDS
Demam berdarah
Sari buah merah dapat di gunakan untuk meningkatkan komponen Hb dan trombosit. Dosis yang di anjurkan 2x sehari, 1sdt. Jika buang air besar terlihat merah berarti sudah ada reaksi yang positif untuk penderita demam berdarah.
HIV/ AIDS
Sari buah merah telah di coba pada penderita HIV/ AIDS dan hasilnya berupa perbaikan kondisi penderita. Berdasarkan pengamatan  dalam 1-2 minggu bobot badan penderita mulai meningkat, penampilan wajah lebih cerah, sedangkan batuk dan demam serta mulut yang di tumbuhi jamur mulai berkurang. Penggunaan sari buah merah dapat di kombinasi dengan kapsul ARV.
3.      Stroke
Untuk kasus stroke yang juga mengalami tekanan darah tinggi, dan serangan jantung dosis yang di anjurkan 2x sehari, 1 sdm( pagi dan malam hari menjelang tidur). Sebaiknya mengonsumsi sari buah merah setelah makan. Penggunaan sari buah merah dapat di padukan dengan obat dari dokter( 1 jam setelah mengonsumsi obat dari dokter, sari buah merah dapat dikonsumsi). Penyimpanan sari buah merah di lakukan di dalam lemari es yang biasa, bukan freezer. Jika cocok di lanjutkan jika tidak hentikan.
4.      Asam Urat dan Rematik
Asam urat
Jika setelah mengonsumsi sari buah merah sesuai dengan dosis anjuran namun terjadi ketidaksesuaian denagn penderita, maka dosis dapat diturunkan yaitu 2x sehari, 1 sdt( seperti penderita ginjal atau penderita yang suhu tubuhnya menjadi panas setelah mengonsumsi sari buah merah dengan dosis sebelumnya). Bagi penderita asam urat hyper sebaiknya menghindari makanan berprotein tinggi.
Rematik
Untuk rematik dan osteoporosis, dosis nya 2x sehari, 1sdt. Pada saat mengonsumsi sari buah merah, perlu ada pendampingan kalsium misalnya dengan mengonsumsi tablet kalsium 250 mg. dosis 2x sehari masing- masing 1 sdm.

 

5.      Hipertensi
Untuk masalah darah tinggi, dosis 2x sehari masing-masing 1 sendok makan dan darah tinggi berkurang dalam 2-3 hari. Jika ada permasalahan ginjal maka dosis cukup 2x sehari, masing-masing 1 sendok teh. Bagi penderita hipertensi dan juga menderita diabetes sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi sari buah merah karena memiliki reaksi yang cepat dalam menurunkan gula darah. Jika lemas, maka segera mengonsumsi teh manis. Dosis pemakaiannya juga dapat diturunkan menjadi 1x sehari sebanyak 1 sendok makan saja, untuk mencegah lemas secara tiba-tiba karena gula darah turun terlalu cepat. Sedangkan untuk penderita hipertensi dengan beberapa penyakit seperti asam urat, batu ginjal dan maag kronis,dosis yang di anjurkan 2x sehari masing-masing 1 sendok makan. Dan jangan mengonsumsi kacang-kacangan seperti tempe dan hindari minuman bersoda atau soft drink.
6.      Diabetes
Dosis yang di anjurkan, 2x sehari masing-masing 1 sendok makan. Nasi dapat di ganti dengan talas. Jika mungkin talas jangan di rebus, tapi di bakar agar kadar gula hilang. Apabila penderita diabetes juga menderita asam urat dengan mengonsumsi sari buah merah dalam 1-3 hari dapat menyembuhkan asam urat.
Bagi penderita diabetes melitus, setelah 1 minggu konsumsi sari buah merah, koreng nya menjadi basah dan secara bertahap gula menurun, luka pun sembuh. Konsumsi selama 1 bulan tanpa obat dokter menyebabkan gula menjadi normal.
7.      Hepatitis dan Sirosis
Hepatitis
Penggunaan sari buah merah untuk hepatitis A,B,dan C dosis cukup 2x sehari masing-masing 1 sendok teh. Jika nilai SGPT dan SGOT sudah bagus, dosis dapat dinaikkan menjadi 2x sehari masing-masing 1 sendok makan.
Bagi penderita hepatitis B kronis anak-anak dibawah 10 tahun, dosis cukup 2x sehari masing-masing 1 sendok teh. Dan di dampingi makanan berprotein tinggi. Setiap 3 minggu perlu dicek ke laboraturium. Jika hepatitis menunjukkan negatif mka konsumsi perlu dikurangi cukup 1x sehari.
Sirosis
Untuk penderita sirosis dan ginjal, dosis nya tidak boleh lebih 2x sehari, masing masing 1 sendok teh. Sesudah makan. Hindari makan berlemak atau berkolestrol tinggi. Selama penggunaan benar, sari buah merah tidak akan menimbulkan efek samping. Jika terasa cocok lanjutkan,jika tidak di hentikan saja.
8.      Jantung
Dosis untuk penyakit jantung cukup 2x sehari, masing-masing 1 sendok makan. 1 jam mengonsumsi obat dokter, barulah sari buah merah dapat dikonsumsi. Bagi penderita penyakit jantung dengan beberapa penyakit seperti ginjal, darah tinggi dan tumor, dosis cukup 2x sehari(pagi dan malam) masing-masing 1 sendk makan.
9.      Leukemia
Dosis 2x sehari masing-masing 1 sendok makan, jika memungkinkan sebaiknya di kombinasi dengan susu immunotal 1 gelas sehari. Untuk penyakit talasemia, dikarenakan khasiat sari buah merah dapat meningkatkan Hb, maka dapat di coba penggunaannya. Disarankan untuk mengonsumsi 2x sehari masing-masing 1 sendok makan.
10.  Penyakit Lainnya
Gatal-gatal akibat gangguan fungsi hati( Lever)
Untuk anak-anak dosis 2x sehari masing-masing 1 sendok teh. Jenis makanan yang harus di hindari: protein dari unggas dan siput. Untuk memenuhi kebutuhan gizi, sebaiknya mengonsumsi daging dan memperbanyak sayur dan buah. Jika kondisi membaik, maka lanjutkan. Saat bereaksi ditandai dengan intensitas gatal berkurang dan mungkin suhu badan akan naik. Jika suhu badan naik, segera minum air putih.
Parkinson
Dosis yang di anjurkan 2x sehari masing-masing 1 sendok makan. Dalam 1-2 minggu, gemetar pada tangan akan hilang.
Amandel
Dosis yang di anjurkan 2x sehari, masing-masing 1 sendok teh. 2 minggu kemudian amandel akan menciut.
Darah Rendah
Dosis cukup 1 sendok makan sehari. Dalam 2-4 hari tekanan darah penderita darah rendah menjadi normal.
Sinusitis
Dosis anjuran 2x sehari masing- masing 1 sendok makan. Setelah membaik dosis dikurangi menjadi 1 sendok makan sehari.
Epilepsi
Contoh kasus; sebelum mengonsumsi sari buah merah, penderita kambuh 5-6 kali seminggu, tetapi setelah mengonsumsi sari buah merah tidak pernah kambuh lagi. Dengan sari buah merah , suplai oksigen dalam darah menjadi normal.
Gagal Ginjal
Dosis yang digunakan tidak boleh lebih dari 2x sehari masing-masing 1 sendok teh. Setelah 1-2 minggu sebaiknya di cek perubahannya. Kandungan omega 9, omega 3, dan kalsium yang terdapat dalam buah merah berguna untuk proses regenerasi organ-organ yang abnormal.
Toksoplasma
Dosis yang di gunakan 2x sehari masing-masing 1 sendok teh. 3 minggu di cek perkembangannya.
Mata Minus
Bagi remaja: dosis 2x sehari masing-masing 1 sendok makan. Pagi dan sore. Dosis ini juga dapat diberikan pada penderita mata silinder. Pemberian sari buah merah mungkin akan butuh waktu lama.
Flek di Paru-paru
Untuk anak-anak umur 2 tahun keatas dosisnya 2x sehari masing-masing 1 sendok teh di campur madu organic secukupnya. Dengan penambahan madu, diharapkan 2-3 hari nafsu makan anak-anak akan meningkat.
Autis
Untuk meningkatkan daya tahan dan membuat anak mudah tidur, anak autis dapat di berikan sari buah merah dengan dosis 1 sendok teh sehari saat malam hari menjelang tidur.
Radikal Bebas
Untuk menangkal radikal bebas, bagi lansia sangat baik karena metabolisme tubuh lansia menurun sehingga akan mudah  terkena penyakit. Dengan mengonsumsi sari buah merah 1 sendok makan sehari dapat mencegah radikal bebas.
Belum Memiliki Keturunan
Penggunaan sari buah merah untuk merangsang kehamilan dapat di lakukan karena sari buah merah mengandung tokoferol dan vitamin E tinggi yang berguna bagi kesuburan. Dosis: 2x sehari masing-masing 1 sendok makan, dikonsumsi laki-laki dan perempuan. Setelah 1 bulan semoga ada perubahan.
Penyakit Kulit / Alergi
Dosis: 1 sendok makan sehari menjelang tidur. Selama 1 atau 2 minggu mudah-mudahan membaik. Hindari makanan dari siput dan unggas.
Masalah Hormonal
Masalah hormonal kadang sering berakibat kepersendian. Dosis: 2x sehari masing-masing 1 sendok makan. Setelah minum sari buah merah secara rutin dalam waktu beberapa bulan mudah-mudahan hasilnya sudah dapat terlihat.
Kebotakan
Di Papua, buah merah juga di gunakan sebagai sampo, hasilnya rambut dapat tumbuh sehingga kebotakan dan masalah ketombe dapat diatasi. Penggunaan nya dengan di oleskan ke kepala. Selain dioles, untuk masalah rambut, sari buah merah harus dikonsumsi.
11.  Sebagai Pemulih Stamina

a.       Dapat di gunakan untuk meningkatkan gairah seksual
b.      Dapat dikonsumsiorang sehat( dosis: 1 sendok makan sehari)
manfaat nya: menjaga kebugaran, menambah stamina, dan menjaga normal nya metabolisme tubuh temasuk system pencernaan
c.       Dapat di gunakan pada ibu menyusui
Dengan sari buah merah, antibody yang terkandung dalam ASI akan meningkat sehingga ASI yang di hasilkan baik di konsumsi oleh bayi.
d.      Dapat dikonsumsi wanita hamil
Dengan sari buah merah , trombosit dan Hb menjadi meningkat, sehingga daya tahan tubuh ibu hamil bertambah( dosis: 1 sendok teh menjelang tidur).      

2 komentar: